Dampak Sindrom Peter Pan

Apa yang pertama kalinya ada di pikiranmu saat dengar nama Dampak Sindrom Peter Pan? Beberapa orang langsung pikir seorang lelaki yang tidak ingin tumbuh dewasa.

Dampak Sindrom Peter Pan dari Orang Tua yang Overprotektif!

Istilah sindrom Peter Pan (Peter Pan syndrome) pertama kalinya ada di tahun 1983 dalam buku Men Who Have Never Grown Up yang dicatat oleh Dr. Dan Killey.

Baca Juga: Manfaat Dari Jus Acar

Nach, serupa dengan karakter fiksinya, sindrom Peter Pan diperuntukkan ke orang berusia yang menampik buat berkembang berusia.

Tanda-tanda sindrom Peter Pan yang perlu jadi perhatian

Merilis GoodTherapy, beberapa karakter sindrom Peter Pan mencakup:

  • Pengangguran akut atau 1/2 tidak bekerja. Orang yang mempunyai kekuatan lain kemungkinan menampik untuk cari pekerjaan. Mereka kemungkinan terus-terusan dikeluarkan dari pekerjaan karena ketidakberadaan atau sikap buruk.
  • Kurang berpatisipasi di dalam rumah. Orang dengan sindrom ini kemungkinan menikah dan punyai anak, tapi dia habiskan sejumlah besar hari dengan main video games sementara pasangannya bekerja, bersihkan, dan menjaga beberapa anak.
  • Mengandalkan seseorang untuk mengurusi tanggung jawab keuangan. Seorang dengan sindrom Peter Pan kemungkinan tergantung pada seseorang untuk mengurusi permasalahan keuangan (tanpa menyumbang suatu hal yang bernilai seperti pengasuhan anak).
  • Ketidakmampuan untuk berdikari. Seorang dengan sindrom Peter Pan kemungkinan tinggal sama orang tuanya walau ada peluang untuk memperoleh uang, pekerjaan, atau berpindah.

Sindrom Peter Pan bukan sebuah analisis medis. Beberapa pakar belum tentukan tanda-tanda sah apa saja. Tetapi, merilis Healthline, di bawah ini beberapa kesepakatan mengenai bagaimana sindrom ini berpengaruh pada jalinan, lingkungan kerja, dan sikap individu pada tanggung jawab dan responsibilitas.

Pertanda sindrom Peter Pan dalam sebuah jalinan diantaranya:

  • Seseorang susah lakukan semua sesuatunya sendirian
  • Membiarkan perlengkapan makan kotor menimbun di dapur
  • Menghindari mencuci pakaian sampai mereka tidak punyai kembali baju bersih
  • Pasangan mereka semakin banyak bertanggungjawab pada masalah rumah
  • Tidak memiliki inisiatif berencana rutinitas dan memutuskan besar
  • Mengabaikan pekerjaan rumah tangga dan/atau menjaga anak
  • Pola berpikir “hidup untuk ini hari” dan memperlihatkan sedikit ketertarikan dalam membuat gagasan periode panjang
  • Menunjukkan tanda ketakmampuan secara emosional, misalkan tidak mau memberikan cap atau mendeskripsikan jalinan
  • Menghabiskan uang dengan tidak arif dan alami permasalahan lain dengan keuangan individu
  • Secara stabil menghindar tangani permasalahan jalinan dengan yang produktif
  • Dampak Sindrom Peter Pan yang terkait dengan pekerjaan terhitung:
  • Memiliki skema kehilangan pekerjaan karena minimnya tenaga, kelambanan, atau kerap absen kerja
  • Malas untuk cari pekerjaan atau usaha yang dilaksanakan tidak optimal
  • Sering tinggalkan pekerjaan saat berasa jemu, ditantang, atau depresi
  • Hanya ambil pekerjaan separuh waktu dan tidak ketarik memburu kesempatan naik pangkat
  • Berpindah dari 1 sektor ke sektor lain tanpa habiskan waktu untuk meningkatkan ketrampilan di bagian tertentu
  • Dalam beberapa kasus, permasalahan ini dapat ada berbentuk arah yang tidak realitas, seperti mimpi jadi olahragawan professional atau memperoleh kontrak rekaman.

Pertanda sindrom Peter Pan pada sikap, situasi hati, dan sikap:

  • Tidak dapat dihandalkan dan kerap tidak berperan serta dalam rutinitas sosial
  • Ledakan emosi saat hadapi keadaan depresi
  • Kecenderungan untuk mencari argumen dan mempersalahkan seseorang saat ada yang keliru
  • Sedikit atau mungkin tidak ada ketertarikan dalam perkembangan individu
  • Berharap selalu untuk diurusi, dirawat, atau jadi perhatian
  • Takut akan penilaian negatif
  • Pola pemakaian zat, kerap kali dengan arah untuk melepas diri dari hati atau tanggung jawab yang susah

Pemicu orang dewasa alami Sindrom Peter Pan

Sekarang ini, sindrom Peter Pan makin kerap kita dengar di kelompok orang dewasa. Apa pemicu dan dampak orang dewasa alami sindrom peter pan? Yok, baca penjelasannya!

  1. Orangtua yang begitu defensif

Skema asuh orangtua benar-benar berperanan aktif dalam tumbuh berkembang seorang anak. Merilis Healthline, orangtua yang begitu defensif akan membuat seorang berasa jika dunia orang dewasa ialah suatu hal yang mengerikan dan mempersulit. Bahkan juga, skema asuh semacam ini bisa membuat anak jadi individu yang tidak berdikari.

Walau sebenarnya, tidak selama-lamanya dunia orang dewasa ialah hal yang mengerikan. Bila dikeduk lebih dalam, ada beberapa hal membahagiakan yang dapat dilaksanakan oleh orang dewasa.

  1. Orangtua yang begitu permisif

Orangtua yang begitu permisif ialah orangtua yang tak pernah mengaplikasikan ketentuan apa saja. Skema asuh semacam ini akan membuat anak tumbuh dengan kepercayaan jika dia dapat lakukan apa yang dia harapkan.

Oleh karena itu, tidaklah aneh jika orang dewasa dengan sindrom Peter Pan akan susah mengatur rasa geram dan kurang mempunyai motivasi dalam raih harapan dalam kehidupannya.

Disamping itu, mimpi dari orang dewasa dengan sindrom ini akan beralih-alih. Ini karena saat dia berasa mimpinya susah untuk dijangkau, dia akan selekasnya menukar mimpi itu tanpa ingin berusaha lebih keras.

  1. Peranan gender

Merilis GoodTheraphy, peranan gender dapat membuat seorang alami sindrom Peter Pan. Ini karena wanita kerap kali dipandang jadi orang yang bekerja dalam sejumlah besar pekerjaan dalam rumah tangga. Karena asumsi itu, beberapa lelaki berasa tidak perlu pelajari atau berperan dalam pekerjaan rumah tangga dan tergantung pada pasangan mereka.

Walau sebenarnya, ketahui pekerjaan rumah tangga sisi proses dari pendewasaan. Ingat, pekerjaan rumah tangga tidak cuma tanggung jawab wanita. Sebagai lelaki dewasa dan hidup di jaman kekinian, telah saat waktunya kamu mengganti pertimbangan semacam ini.

  1. Factor ekonomi

Rupanya factor ekonomi dapat mengakibatkan seorang terserang sindrom Peter Pan, khususnya pada angkatan muda. Apa lagi, sekarang ini peluang kerja makin sempit dan membuat beberapa angkatan muda merasa terhimpit.

Merilis Healthline, karena tekanan keuangan yang makin tinggi, sebagian orang coba menanganinya dengan menghindar tanggung jawab itu.

  1. Cuman menyaksikan hal yang negatif dari kehidupan orang dewasa

Bersamaan makin bertambah dewasa, kita akan makin banyak menyaksikan segi positif dan negatif dari lingkungan atau beberapa orang paling dekat. Tidaklah aneh, jika beberapa orang yang berasa depresi dan tertekan dengan ini.

Merilis Harley Theraphy, rasa sedih dan takut berikut yang memacu orang dewasa dapat terserang sindom Peter Pan. Tetapi, sayang rasa sedih yang begitu dalam membuat sebagian orang terluka dan memikir jika jadi dewasa ialah hal yang buruk.

Harus dianggap jika makin kita dewasa akan makin banyak rintangan yang perlu ditemui. Tetapi, menghindar diri dari tanggung jawab yang semestinya ditempuh dan merendam rasa sedih di masa lampau cuman akan makin sakiti diri kamu sendiri.

Jika kamu, pasangan, atau orang yang kamu kenali alami pertanda sindrom Peter Pan yang disebut sebelumnya barusan, semangat ya! Yakinlah, jadi dewasa tidak bermakna selalu buruk. Coba untuk bicara mengenai tekad, harapan, dan arah hidup. Jika memang perlu, konsultasilah dengan professional seperti psikiater. Mudah-mudahan membantu!

Penyembuhan Sindrome Peter Pan

Sindrom Peter Pan yang terjadi saat dewasa bisa ditangani dengan therapy ke psikiater. Saat sebelum ditegakkan analisis, perlu dilaksanakan pengecekan dengan psikiater atau psikolog. Umumnya, dokter akan merekomendasikan therapy untuk menangani sindrom Peter Pan. Therapy ini mempunyai tujuan untuk membantu meminimalisir sindrom, selanjutnya psikiater bisa membantu seorang lebih mengenali keadaan diri mereka, pahami dan terima apa yang terjadi di masa lampau, dan mempersiapkan perlakuan atau sikap yang lebih efisien untuk periode depannya.

Untuk menangani sindrom ini, suport dari keluarga dan sekitar lingkungan sangat penting. Salah satunya dengan jadi lingkungan yang suportif, ada selalu untuk dengarkan keluhan untuk yang berkaitan tetapi tidak memberi interferensi yang terlalu berlebih. Selanjutnya, selalu beri motivasi supaya mereka lebih berani untuk memperlihatkan pengubahan yang positif.

Pencegahan Sindrome Peter Pan

Pencegahan sindrom Peter Pan bisa dilaksanakan dengan implementasi skema asuh yang pas, yaitu dengan anak untuk banyak mengeksplor kekuatannya. Diantaranya, dengan biarkan anak coba beberapa hal dalam kehidupannya dan rasakan sendiri resikonya. Langkah ini membantu anak tidak untuk tergantung pada seseorang, dan lebih siap terima rintangan di hidupnya kedepan.

Bila kamu alami tanda dan tanda-tanda di atas, selekasnya memeriksa diri ke dokter untuk cari tahu pemicu dan mendapatkan pengatasan yang tepat. Untuk lakukan pengecekan, dapat segera membuat janji sama dokter di dalam rumah sakit, ya!